logo blog

Senin, 09 Oktober 2017

Tradisi Unik Potong Jari Dari Papua

Banyaknya kebudayaan yang di miliki Negara Indonesia yang kita cintai ini menjadi pusat perhatian masyarakat nasional maupun internasional. Contoh nya tradisi yang berada di Provinsi Papua yaitu Potong Jari khususnya yang dilakukan oleh Suku Dani. Artikel ini akan admin buat sebagai bahan makalah kebudayaan yang ada di Papua sekaligus memperkenalkan seni budaya unik yang ada di Indonesia ke Mancanegara.

Tradisi Unik Potong Jari Dari Papua
Potong Jari khususnya yang dilakukan oleh Suku Dani dan dilakukan sebagian banyak oleh kaum wanitanya


Mengapa Harus Potong Jari ?

Mungkin itu pertanyaan yang melintas dipikiran kita bukan ! Setiap orang yang meninggal biasanya dilakukan syukuran atau kirim doa oleh sebagian orang namun berbeda dengan yang dilakukan oleh suku dani ketika kehilangan anggota keluarganya. Tradisi potong jari atau disebut Iki Palek mempunyai arti tersendiri yaitu untuk menunjukkan rasa kehilangan ketika terdapat salah satu anggota keluarganya yang meninggal.  

Menurut kita ini adalah budaya yang bisa dibilang cukup ekstrem kali yah, namun bagi suku dani ritual potong jari yang dilakukannya adalah cara yang lebih baik untuk mengungkapkan rasa kehilangan. Walaupun terasa sakit namun hal tersebut melambangkan hati dan jiwa yang tercabik-cabik karena rasa kehilangan.

Pedoman dasar lainnya adalah "Wene opakima dapulik welaikarek mekehasik" dengan pengertian dalam kehidupan bersama dalam :
  • Satu marga
  • Satu keluarga
  • Satu honai (rumah)
  • Satu leluhur
  • Satu suku
  • Satu sejarah 
  • dll

Kebersamaan adalah hal yang terpenting bagi masyarakat pegunungan tengah papua. Rasa kehilangan dan kesedihan serta luka hati akan sembuh jika luka di jari sudah tidak terasa sakit lagi. Maka perwujudan rasa cinta dan kehilangan dengan melakukan potong jari (iki palek) merupakan hal yang lebih baik.

Tradisi iki palek (potong jari) sendiri hanya dilakukan oleh wanita yang tertua dari keluarga/saudara yang ditinggalkan. Maka tidak aneh jika kita ke papua kebanyakan wanita suku dani yang tidak memiliki jari, namun dalam kenyataannya ada juga pria yang melakukan potong jari namun lebih banyak wanitanya.

Pengertian Jari Menurut Suku Dani di Papua

Pengertian potong jari lainnya menurut Suku Dani, jari bisa diartikan sebagai simbol kerukunan, persatuan dan kekuatan dalam diri manusia maupun dalam sebuah keluarga. Jari yang terdapat ditangan manusia hanya menyebutkan satu perwakilan keluarga yaitu Ibu Jari. 

Pengertian Jari Lainnya

Perbedaan setiap bentuk dan panjang jari jika kita cermati memiliki sebuah kesatuan dan kekuatan serta kebersamaan untuk meringankan semua beban pekerjaan pada diri setiap manusia.

Ketika kita mempunyai jari yang utuh tentu saja akan lebih memiliki kekuatan dan berfungsi dengan sempurna ketika digunakan seperti sedang bekerja dalam bidang apapun. Namun jika kita kehilangan jari satu ruas saja maka akan berakibat pada tidak maksimalnya kekuatan yang terdapat dalam tangan itu sendiri. 

Prosesi Potong Jari

Prosesi potong jari di papua yang dilakukan oleh suku dani tidak ada yang special, bisa menggunakan senjata tajam atau dengan mengigitnya. Terkadang ritual tersebut di ikuti para pria namun dengan cara yang berbeda yaitu dengan mengiris kulit telingannya. Prosesi potong jari juga biasanya diikuti dengan ritual mandi lumpur sebagai bentuk perwujudan bahwa manusia akan kembali ke tanah.

Baca juga tradisi unik lainnya :

Perkembangan Tradisi Potong Jari

Seiring berkembangnya jaman maka tradisi tersebut menurut beberapa sumber mulai dilupakan namun masih tetap ada yang melaksanakannya khususnya di suku pedalaman. Karena hal ini mungkin pengaruh dari mulai masuknya agama ke dalam suku mereka. Namun tradisi ini jangan sampai dilupakan sama sekali karena ini adalah budaya Indonesia yang harus kita jaga. Budaya potong jari sendiri terdapat di negara Jepang khususnya orang Yakuza namun alasan mereka memotong jari karena gagal dalam tugas.

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA :

A. Berikan komentar terbaik dan relevan dengan artikel.
B. Kritik dan Saran saya terima agar konten menjadi lebih baik.
C. Jangan Menempatkan LINK Mati/Hidup. Setiap Komentar akan memberikan kontribusi balik kepada Anda.
EmoticonEmoticon